Jakarta - Konflik hukum yang berkepanjangan antara Brad Pitt dan Angelina Jolie kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, pertarungan mantan pasangan selebritas Hollywood itu berpusat pada kepemilikan kilang anggur Château Miraval di Prancis yang mereka beli bersama saat masih menjadi pasangan suami istri. Meskipun perceraian mereka telah berlangsung sejak 2016, masalah pembagian harta gono-gini ternyata masih jauh dari kata selesai.
Dilansir dari berkas pengadilan yang diajukan pada 31 Juli, kuasa hukum Brad Pitt menuduh Angelina Jolie menahan informasi pendapatan untuk periode 2017 hingga 2019. Pitt yang kini berusia 62 tahun itu meminta Jolie, 51 tahun, untuk menyerahkan dokumen catatan keuangan selama beberapa tahun pasca-perceraian. Tuntutan ini diajukan sebagai bagian dari upaya Pitt untuk mengungkap secara transparan seluruh aset dan pendapatan yang relevan dengan sengketa bisnis mereka.
Kronologi Tuntutan dan Penolakan
Menurut dokumen yang diakses dari USA TODAY, Angelina Jolie sebenarnya telah menyerahkan dokumen keuangan untuk tahun 2020 dan 2021. Namun, ia menolak untuk memberikan dokumen tiga tahun sebelumnya, yaitu 2017, 2018, dan 2019. Pihak Pitt berpendapat bahwa dokumen-dokumen tersebut sangat penting untuk menilai nilai sebenarnya dari Château Miraval dan untuk memastikan pembagian aset yang adil.
Penolakan Jolie ini menuai kecurigaan dari tim hukum Pitt. Mereka menganggap Jolie sengaja menyembunyikan informasi pendapatan yang dapat mempengaruhi putusan pengadilan. Padahal, transparansi keuangan merupakan salah satu kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak dalam proses perceraian dan pembagian harta bersama.
Di sisi lain, tim kuasa hukum Angelina Jolie membantah keras tuntutan tersebut. Mereka menegaskan bahwa kliennya telah memenuhi kewajiban dengan menyerahkan dokumen pajak 2020 dan 2021. Menurut mereka, penyerahan dokumen untuk tahun-tahun itu sebenarnya sudah melebihi apa yang diminta dan diwajibkan. Adapun permintaan untuk membuka catatan tahun-tahun sebelumnya dianggap sebagai bentuk pelanggaran privasi yang serius.
Sejarah Château Miraval
Château Miraval bukanlah properti sembarangan. Kilang anggur mewah yang terletak di Provence, Prancis ini dibeli oleh Brad Pitt dan Angelina Jolie pada tahun 2008. Saat itu, pasangan ini masih menjadi salah satu pasangan paling glamor di Hollywood. Mereka menghabiskan banyak waktu di properti tersebut dan bahkan menjadikannya sebagai tempat pernikahan mereka pada tahun 2014.
Properti ini terkenal tidak hanya karena keindahan arsitektur dan kebun anggurnya, tetapi juga karena produksi anggur rosé berkualitas tinggi yang diberi nama Miraval. Anggur tersebut sempat menjadi incaran para kolektor dan mendapat berbagai penghargaan. Bagi Pitt dan Jolie, Château Miraval adalah simbol cinta sekaligus investasi bisnis yang menjanjikan.
Namun, setelah perceraian mereka diumumkan pada tahun 2016, properti ini menjadi salah satu titik perebutan paling sengit. Keduanya sama-sama ingin menguasai aset yang bernilai jutaan dolar tersebut. Perseteruan semakin memuncak ketika pada Februari 2022, Angelina Jolie menjual separuh sahamnya dalam Château Miraval kepada sebuah perusahaan investasi tanpa sepengetahuan dan persetujuan Brad Pitt.
Pemicu Gugatan Hukum
Penjualan saham sepihak inilah yang akhirnya memicu Brad Pitt untuk melayangkan gugatan resmi pada Februari 2022. Pitt merasa dikhianati karena Jolie menjual bagiannya kepada pihak ketiga yang tidak ia kenal, tanpa terlebih dahulu menawarkan kepadanya hak untuk membeli saham tersebut. Dalam hukum kemitraan bisnis, biasanya ada klausul yang mengharuskan salah satu pihak menawarkan sahamnya kepada mitra lainnya sebelum menjual kepada pihak luar.
Pihak Brad Pitt menyoroti klaim Jolie yang mengatakan bahwa penjualan saham tersebut dilakukan demi mencapai kemandirian finansial dari Pitt. Namun, Pitt dan tim hukumnya menilai alasan itu tidak masuk akal. Mereka menganggap penjualan itu adalah upaya Jolie untuk merugikan Pitt secara finansial dan menghancurkan warisan bisnis yang mereka bangun bersama.
Menariknya, Angelina Jolie sempat menyatakan bahwa ia mengorbankan karier dan pendapatannya selama bertahun-tahun pasca-perceraian. Menurut Jolie, pengorbanan tersebut memberikan Pitt kendali dan kekuasaan finansial yang besar atas dirinya. Dengan menjual saham Château Miraval, Jolie ingin melepaskan diri dari ketergantungan ekonomi kepada mantan suaminya.
Bantahan Tim Hukum Angelina Jolie
Tim kuasa hukum Jolie membantah keras semua tuduhan yang dilayangkan Pitt. Juni lalu, mereka menegaskan bahwa Pitt telah memotong pernyataan-pernyataan kliennya secara selektif dan menyesatkan. Mereka menekankan bahwa Jolie tidak pernah mengaku mengalami masalah keuangan atau kesulitan ekonomi secara umum. Yang ia perjuangkan hanyalah 'kemandirian finansial dari mantan suaminya', bukan pernyataan tentang kebangkrutan atau krisis finansial.
Menurut pihak Jolie, memisahkan aset dari mantan pasangan adalah hal yang wajar dan berbeda dengan klaim bangkrut. Dalam perceraian, setiap orang berhak mengatur keuangannya sendiri tanpa campur tangan pihak lain. Jolie memilih untuk menjual sahamnya karena ingin mengendalikan masa depannya sendiri, bukan karena terdesak masalah uang.
Mereka juga mengkritik tuntutan Pitt untuk membuka dokumen keuangan tahun 2017-2019 sebagai tindakan yang tidak proporsional. Jolie tidak melihat relevansi dokumen-dokumen tersebut dengan sengketa kepemilikan Château Miraval. Baginya, permintaan itu hanyalah upaya Pitt untuk mengontrol dan mengintimidasi dirinya.
Dinamika Perseteruan yang Panjang
Konflik antara Brad Pitt dan Angelina Jolie sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum gugatan tentang Château Miraval dilayangkan. Perceraian mereka yang diumumkan pada September 2016 sempat menjadi sorotan media dunia. Keduanya bertemu di lokasi syuting film "Mr. & Mrs. Smith" pada tahun 2004, dan kemudian menjalin hubungan yang sangat dipublikasikan.
Mereka memiliki enam orang anak: tiga anak kandung dan tiga anak adopsi. Namun, rumah tangga mereka tidak bertahan lama. Sejak perceraian, sudah banyak perselisihan yang terjadi, mulai dari hak asuh anak, pembagian harta, hingga masalah-masalah kecil lainnya. Perseteruan ini menjadi salah satu perceraian paling berlarut-larut dan paling banyak diberitakan di Hollywood.
Château Miraval sendiri menjadi simbol ironi dari kisah cinta mereka yang berakhir pahit. Tempat yang dulu menjadi saksi bahagia pernikahan mereka, kini menjadi arena pertarungan hukum yang sengit. Kedua belah pihak tampaknya bertekad untuk mempertahankan hak masing-masing hingga titik darah penghabisan.
Dampak pada Karier dan Publik
Pertarungan hukum yang panjang ini tentu saja berdampak pada karier dan kehidupan pribadi keduanya. Brad Pitt dan Angelina Jolie sama-sama aktor ternama dengan penggemar yang sangat besar. Namun, pemberitaan negatif tentang sengketa ini sedikit banyak mengganggu citra mereka di mata publik.
Pitt, yang dikenal sebagai salah satu aktor terbaik di generasinya, tetap aktif berkarier di dunia film. Ia baru-baru ini membintangi beberapa film yang mendapatkan pujian kritikus. Sementara itu, Jolie juga sibuk dengan berbagai proyek film dan kegiatan kemanusiaan. Ia sering terlihat dalam misi kemanusiaan ke berbagai negara, termasuk kunjungannya ke perbatasan Rafah yang menjadi sorotan media.
Namun, di balik kesibukan tersebut, masalah hukum yang belum terselesaikan terus membayangi mereka. Setiap kali ada sidang atau pengajuan dokumen baru, media langsung memberitakannya secara luas. Publik pun terus mengikuti perkembangan konflik ini dengan penuh rasa penasaran.
Jadwal Persidangan dan Harapan
Persidangan sengketa bisnis antara Brad Pitt dan Angelina Jolie dijadwalkan resmi digelar pada Agustus 2027. Jadwal ini tentu masih sangat lama, mengingat saat ini masih tahun 2026. Kedua belah pihak masih memiliki waktu untuk melakukan negosiasi atau mencari jalan keluar di luar pengadilan bila memungkinkan.
Banyak pengamat hukum memperkirakan bahwa kasus ini akan berlangsung alot dan memakan waktu yang lama, mengingat sensitivitas dan kompleksitas masalahnya. Selain menyangkut nilai aset yang sangat besar, kasus ini juga melibatkan emosi dan ego dua orang publik figur yang sangat terkenal.
Kedua belah pihak sama-sama menunjuk pengacara top untuk menangani kasus ini. Brad Pitt dan Angelina Jolie tampaknya tidak mau mengalah sedikit pun. Mereka sama-sama berkeyakinan bahwa hukum harus ditegakkan dan hak mereka harus dilindungi.
Sementara menunggu jadwal persidangan, publik hanya bisa berharap konflik ini segera menemukan titik terang. Terlepas dari siapa yang menang, perseteruan yang berkepanjangan ini tidak baik bagi kedua belah pihak, terutama bagi anak-anak mereka yang masih harus tumbuh di tengah bayang-bayang konflik orang tua.
Source: detikpop News